Pahamilah
Malam, aku tak mengenalmu dalam diam
aku mengenalmu melalui kata-kata yang terekam
Karena kata-kata adalah harapan
menjejak masa depan
melewati tapak suram
setemaram layaknya malam
ketika harus berani dalam ketakutan jiwa-jiwa terkekang jiwa-jiwa hampa jiwa-jiwa teraniaya
Malam, aku tak mengenalmu dalam diam
Tataplah langit malam ini
Ajaklah aku kepada surgamu
Haruskah kumenunggu hujan pada hari yang cerah
Malam ini sungguh sunyi
Bulan tak lagi malu
...dan waktu telah beranjak larut
Apakah malam-malammu selalu penuh bintang?
Angin belum juga mewartakan
Tabir di antara kita adalah waktu yang terkuak nyata pada epos yang tersurat ketika kesabaran menaklukan keinginan dan nafsu yang membuncah pada bulir-bulir doa yang terpanjat saat Tuhan-mu kebetulan sedang bermurah hati.
Kita hanyalah kumpulan masa lalu yang terserak. Kita juga hanyalah sisa-sisa dari masa depan yang terbentang tanpa tahu mengarah ke mana. Gelap selain bersandar ke tempat sebaik-baiknya bersandar. Tuhan ku-sebut namamu dengan tanpa daya akan kekuasaan-Mu.
-terantuk T
Hanya satu yang pantas
hidup tapi dalam kematian