Tuesday, May 09, 2006

Sabtu Malam

Malaikat tak ada lagi
dalam getar-getar
suaramu
yang bening

Sebelumnya
kau adalah Tuhan yang layak dipuja
dengan firman-firman
sucinya

Raut wajah, kata-kata, dan tawamu begitu terasa gerah
padahal kau tidak tengah berselimut api yang
kerapkali membuatku terbakar
karena setan telah menunggang di atas kepalaku

Apakah kita telah sama-sama
menjadi manusia biasa malam itu
ketika pada akhirnya kedok kita harus dibuka
untuk menyatakan kabar sebenarnya?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home