Sabtu Malam
Malaikat tak ada lagi
dalam getar-getar
suaramu
yang bening
Sebelumnya
kau adalah Tuhan yang layak dipuja
dengan firman-firman
sucinya
Raut wajah, kata-kata, dan tawamu begitu terasa gerah
padahal kau tidak tengah berselimut api yang
kerapkali membuatku terbakar
karena setan telah menunggang di atas kepalaku
Apakah kita telah sama-sama
menjadi manusia biasa malam itu
ketika pada akhirnya kedok kita harus dibuka
untuk menyatakan kabar sebenarnya?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home