Monday, July 31, 2006

Temaram

relung-relung itu
masih terisi kekosongan
saat sebulir pendar cahaya dari luar
sudah tersumbat bongkah jejak-jejak usang

sekotak mata bor yang patah
sejumput asa yang menepi
kelelahan, rindu akan selarik cahaya
yang tak kunjung melesat di kegelapan

Friday, July 21, 2006

Pasrah

Hari-hari guncang
Waktu-waktu meradang
Begitu mengalir kencang
Tanpa bermaksud lancang
Karena ini tentang kelapangan

Sunday, July 16, 2006

Lelah

mengalir ke samudera
melepas beban yang tertera
karena tak jera oleh derita
atas sebuah dera

Saturday, July 08, 2006

selingan

berusaha untuk gembira. dengarlah lirik-lirik mereka, kalian

selingan

sepanjang minggu ini, rasanya memuakan. sungguh, kondisi ini tak pernah terbayangkan sebelumnya. sejuta topan badai --maaf kapten haddock, kondisi tak berubah-ubah pula padahal sudah kusebutNya segudang.

rutinitas kali ya?

perjalanan

hari ini masih seperti masa lalu
yang tak kunjung bisa diubah
membisu, membatu, membeku
dan menyisakan kekakuan

cahaya yang memendar
sejak enam tahun
semenjak terang menyebar
perlahan redup terduduk

angin tak lagi sanggup mengepakan tirai
robek tersayat kegelapan yang tajam
asa pun tak lagi menggelinding kencang
sesaat angin menyapa untuk mengabarkan
terang yang padam

jatidiri

untuk tahun ini, dia menginjak usia ke-24 tahun.
bukan perkara mudah untuk menundukannya.

begitu banyak pengkhiatan, putus asa, dan keinginan
untuk menumpahkan segala kesalahan ini kepada siapapun.

beruntung, 24 tahun itu masih berada dalam lingkaran akal sehat
tapi dia mempunyai pesan

"sampai jumpa di surga, bilapun tidak tengoklah aku di neraka!"

menuju gelap

entahlah apakah bisa hidup ini diselesaikan
dalam ujung yang sedikit bisa memancing segenggam kesenangan
sungguh, penantian ini terus berlangsung
tanpa pernah menunjukan gelagat akan berakhir

detik mengalun tanpa pernah berubah
sekalipun untuk satu menit yang berlalu
guliran jam membeku
untuk bulan yang kelu dan tahun yang murung rimbun

Bandung, 08 Juli 2006