Runtuh
Seterkejut martil menggasak tembok, buum! Begitu tiba-tiba, kawan. Aku tak sempat terduduk, tapi terjungkal dari bidang yang tinggi menimpa batu-batu cadas yang kejam di setiap sisinya pada satu jurang dalam. Aku tetap dapat hidup karena kuasa Dia....
Sepanjang tahun ini, sungguh momentum itu begitu bertubi-tubi menggampar aku yang tengah tersadar. Jet-jet tempur sekelas Sukhoi, F-16, atau Hawk menyambarku tanpa ampun untuk dilemparkannya kepada kokpitnya. Berputar-putar pada kegelapan di angkasa yang tak pernah aku kenal sebelumnya. Bila pun ada yang tersisa adalah sensasinya yang membuatku panas dingin, menggigil, dan menangis....
Aku tak berdaya. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk sekadar bersumpah-serapah seperti halnya Kapten Haddock, rekan Tintin. Aku tak ada artinya sampai akhirnya.....gema Yasin menggedor....
Kau adalah bagian dari kisah dari dunia yang luas, dengan tumpukan-tumpukan misteri tak berujung. Membuatku pening kecuali hanya meresponnya dengan sebuah keikhlasan yang sayangnya aku sendiri masih dalam perjalanan untuk meraihnya.....
