Melayang
Segerah langit menyelimuti hujan
mengiringi mendung yang menaungi kaki langit
Sejurus gelegar terdengar
Jarum-jarum tajam pun menghunjam
Tanah mekar pada asa yang tumbuh
Bertumbuh oleh peluh bukan oleh runtuh
ketika harus berani dalam ketakutan jiwa-jiwa terkekang jiwa-jiwa hampa jiwa-jiwa teraniaya
Segerah langit menyelimuti hujan
Aku sebenarnya ingin meniti jalan kembali bersamanya. Menikmati keindahan tanpa pernah ada pamrih di dalamnya. Mengobrol lancar seperti halnya kawan lama. Tanpa batas, tanpa pernah ruang dan waktu mengekang. Kita adalah anak kecil yang tersatukan mainan baru.
Mengapa Kau tidak mendengarku?