Monday, April 30, 2007

Dia adalah Tabir (T)

Tabir di antara kita adalah waktu yang terkuak nyata pada epos yang tersurat ketika kesabaran menaklukan keinginan dan nafsu yang membuncah pada bulir-bulir doa yang terpanjat saat Tuhan-mu kebetulan sedang bermurah hati.

Memutar Waktu

Kita hanyalah kumpulan masa lalu yang terserak. Kita juga hanyalah sisa-sisa dari masa depan yang terbentang tanpa tahu mengarah ke mana. Gelap selain bersandar ke tempat sebaik-baiknya bersandar. Tuhan ku-sebut namamu dengan tanpa daya akan kekuasaan-Mu.

Ketika kabar dari jagad maya tersirat, kegelisahan begitu terasa. Kau --tapi bukan Tuhan, sedang senang berubah. Mungkin aku sedikit sok tahu, tapi semoga ekspresimu bukanlah keinginan untuk melarikan diri dari apapun yang mengejarmu.  Apa ini mengenai kejenuhan atas penantian panjang yang seharusnya tidak pernah terjadi di antara kita ketika angan berbicara pada kanvas imaji yang begitu luas?

Sungguh, jejakmu benar-benar tidak lekang ditempa cuaca. Aku ingin memutar jarum waktu yang mungkin tidak memiliki hasrat lagi. Tapi kali ini atas nama-Mu, Tuhan. Tuhan jua yang menentukan.  Semoga Kau bermurah hati.......